Secara geografis desa johogunung berada di wilayah lereng gunung. Curah hujan yang tinggi dengan struktur tanah yang labil menyebabkan tanah longsor. Awal tahun 2026 ini curah hujan yang tinggi menyebabkan longsor dibeberapa titik dikawasan desajohogunung. Pada tanggal 8 januari 2026 pukul 18.45 WIB ada laporan warga terjadi longsor, warga yang terdampak dihimbau untuk mengungsi sementara waktu. Pada hari jum'at pagi dilaksanakan giat kerja bakti, untuk membantu warga yang terdampak longsor. Pada malam harinya terjadi longsor kembali di titik lokasi berbeda. Warga yang terdampak longsor yaitu wiji, kunanti, kamadi, raminah, rukah, sunari, dan kastini. Warga bekerja keras dan saling gotong royong membantu warga.
Warga dihimbau selalu waspada terhadap kemungkinan bencana yang terjadi khususnya tanah longsor. Tanah longsor merupakan pergerakan massa tanah dan batuan. Degradasi tanah akan memperparah terjadinya longsor, sehingga kawasan yang memiliki gradien curam harus menjaga kestabilan tanah.