JOHOGUNUNG, 30 Januari 2026 – Pendidikan dasar sering kali terjebak pada hafalan teks yang berjarak dari realitas siswa. Mengubah paradigma tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) periode IV tahun 2025/2026 menginisiasi program "Kelas Pintar Johogunung" yang berlangsung sejak 10-30 Januari 2026 setiap hari Jumat.
Program ini bukan sekadar bimbingan belajar konvensional. Mahasiswa KKN menerapkan pendekatan pembelajaran holistik yang berarti materi akademik dikaitkan langsung dengan potensi lokal desa dan kehidupan sehari-hari siswa.
Selama empat pekan, siswa sekolah dasar di Johogunung diajak melihat ilmu pengetahuan dari kacamata berbeda. Pada sesi matematika, konsep sudut tidak diajarkan secara abstrak melainkan diaplikasikan langsung melalui pengamatan benda-benda di sekitar desa. Begitu pula pada materi sains, siswa diajak mengenali klasifikasi flora dan fauna nusantara dengan mengambil contoh spesifik yang hidup di ekosistem Desa Johogunung.
"Tujuannya agar siswa sadar bahwa ilmu itu dekat dengan mereka, bukan sesuatu yang hanya ada di buku paket," ujar Dhea selaku pelaksana dan anggota tim KKN-PPM UGM.
Puncak program ini menyentuh aspek yang krusial di era digital: literasi informasi. Pada pekan terakhir, siswa dibekali kemampuan Bahasa Indonesia untuk membedakan kalimat fakta dan opini serta penggunaan huruf kapital yang tepat. Materi ini dinilai strategis untuk membangun benteng pertahanan dini bagi anak-anak desa agar tidak mudah termakan kesalahpahaman informasi atau hoax sejak dini.