JOHOGUNUNG (4/1/2026) – Sebagai upaya mendorong kemandirian petani dan pelestarian lingkungan, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) periode IV tahun 2025/2026 menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif bertajuk "Green Action". Kegiatan yang berfokus pada pengolahan limbah organik ini dilaksanakan di Desa Johogunung, Kecamatan Pancur pada Minggu (4/01).
Program ini menitikberatkan pada tiga inovasi utama yang mudah diterapkan oleh masyarakat yaitu pembuatan Eco-Enzyme, Budidaya Ikan Dalam Galon (Budikdalon), dan pembuatan komposter rumah tangga sederhana.
Inovasi Berbasis Limbah Organik
Pelaksana kegiatan sekaligus anggota Tim KKN-PPM UGM Renjana Rembang—Rohmadi Muchtar menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari hasil observasi lapangan mengenai banyaknya limbah rumah tangga yang belum terkelola secara maksimal di Desa Johogunung.
"Kami melihat potensi lokal (limbah rumah tangga) yang besar untuk dikembangkan guna mengurangi ketergantungan petani terhadap produk industri khususnya pupuk kimia. Dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai guna, warga tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat menekan biaya produksi pertanian," ujar Rohmadi.
Tiga pilar utama dalam Green Action ini meliputi Eco-Enzyme yang dibuat dengan mengolah sisa kulit buah dan sayuran menjadi cairan multiguna yang berfungsi sebagai pupuk organik cair (POC) dan pestisida alami. Budikdalon dengan memanfaatkan galon air mineral bekas sebagai media budidaya ikan sekaligus wadah tanam sayuran guna menciptakan sumber pangan mandiri dan tambahan penghasilan dan Komposter Sederhana untuk mengubah limbah dapur menjadi pupuk organik padat yang dapat langsung diaplikasikan pada lahan pertanian warga.
Dukungan dan Keberlanjutan Program
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh warga Desa Johogunung selama mengikuti workshop. Sunardi sebagai salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran para mahasiswa yang membawa pemikiran inovatif ke desa mereka.
"Kami sangat berterima kasih atas inovasi dan transfer ilmu yang diberikan. Pengetahuan ini sangat relevan dengan kebutuhan kami di desa terutama dalam mengelola pertanian secara lebih efisien," ungkap Sunardi.
Senada dengan itu, Erida, tokoh masyarakat lainnya, menekankan bahwa iinovasi yang dibawa oleh mahasiswa KKN dapat membantu warga desa dengan memperbanyak opsi untuk meningkatkan produktifitas warga sehingga warga dapat meuwujudkan ketahanan pangan mulai dari rumahnya masing-masing
Sebagai langkah keberlanjutan, tim KKN-PPM UGM juga mendirikan "Posko Konsultasi" bagi warga. Fasilitas ini berfungsi sebagai wadah diskusi dan pendampingan bagi masyarakat yang ingin mendalami teknik pembuatan maupun implementasi program secara jangka panjang. Melalui sinergi ini, diharapkan Desa Johogunung mampu menjadi desa mandiri yang berbasis pada ekonomi sirkular
Unduh Lampiran:
Komposter Rumah Tangga Sederhana